Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Gangguan Emosional dan Perilaku yang Terjadi di Kelas

 Di tempat belajar bernama kelas, juga bisa berkumpul orang-orang dengan gangguan emosional sehingga memicu perilaku-perilaku tidak baik di kelas. Sebagai guru, kenalilah setidaknya 5 karakteristik gangguan emosi yang terjadi pada anak-anak.

  • Ketidakmampuan belajar yang tidak dapat dijelaskan oleh faktor intelektual, kesehatan dan sensorik
  • Ketidakmampuan berhubungan interpersonal dengan siswa lain maupun guru
  • Memiliki perasaan yang tidak bahagia tapi juga tidak depresi 
  • Memiliki perilaku dan perasaan tidak normal
  • Memiliki kecenderungan untuk mengembangkan gejala fisik atau ketakutan yang berhubungan dengan masalah pribadi atau sekolah


Jika Anda melihat salah satu siswa Anda memiliki karakteristik di atas, berhati-hatilah mereka sedang mengalami gangguan emosi dan sebaiknya segera ditangani. Atau Anda bisa memasukkannya ke sekolah kelas pendidikan umum atau khusus.

Istilah gangguan emosional dan perilaku ini dibagi ke dalam 2 kategori. Yaitu gangguan psikiatri dan cacat perilaku.

Gangguan Psikiatri adalah segala hal yang mencakup kondisi pola mental, perilaku, persepsi atau anomali yang mengganggu fungsi sehari-hari. Contoh dari gangguan psikiatri ini meliputi:

  • Gangguan kecemasan
  • Bipolar
  • Gangguan makan (anaroksia, bulimia)
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Gangguan psikotik

Kebanyakan guru tidak mengerti mengenai informasi ini, karena sekolah bukan rumah sakit dan guru tak memiliki tanggung jawab untuk menangani jenis siswa dengan gangguan tersebut. Tapi setidaknya jika sudah tahu diagnosisnya, sebagai guru kita bisa berhati-hati dan memberi informasi penting itu kepada orang tua atas perilaku anak-anak mereka di kelas.

Kategori gangguan emosional berikutnya adalah Cacat Perilaku. Anak-anak yang memiliki gangguan emosional dan perilaku ini cenderung mengganggu fungsi kelas. Meksi begitu, hal ini tidak dikaitkan dengan gangguan kejiwaan. 

Cacat Perilaku dibagi lagi ke dalam 2 kategori: gangguan menentang oposisi dan gangguan perilaku.

Gangguan Perilaku: gangguan ini ditandai dengan pelaku melakukan perilaku buruk seperti melakukan kekerasan, agresi, dan tindakan-tindakan yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain.

Untuk penanganan gangguan ini, Anda bisa mengajar siswa di kelas sampai perilaku mereka kembali baik.

Gangguan Pemberontakan Oposisi: siswa tidak patuh terhadap peraturan, sikapnya negatif, dan orang seperti ini susah diajak kerja sama serta susah mengikuti arahan. Anak-anak dengan gangguan ini tidak melakukan kekerasan, mereka cuma menolak diajak kerja sama saja. 

Ruang Edukasi
Ruang Edukasi Sosok orang yang senang membaca hal baru, menulis, dan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan Dunia Teknologi Dan Pendidikan

Posting Komentar untuk "Jenis Gangguan Emosional dan Perilaku yang Terjadi di Kelas"