Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tidak Ada Internet, HP, dan Televisi, Inilah Cara Guru Avan Tetap Mengajar Para Muridnya di Tengah Pandemi Corona

Pada 16 Maret lalu, ditetapkan secara serentak seluruh sekolah di Indonesia diliburkan. Rencananya yang cuma libur 14 hari itu, kemudian diperpanjang dan terus diperpanjang sampai sekarang.

Anak-anak diminta untuk belajar di rumah. Beberapa guru pun mengajar anak didik mereka dari rumah juga. Mereka semua belajar menggunakan smartphone dan kuota internet, tapi pertanyaannya, bagaimana nasib mereka yang hidup di pedalaman, yang tidak memiliki smartphone apalagi kuota internet?
Selain itu, ada juga pembalajaran yang dilakukan di Televisi pada channel TVRI, tapi bagaimana jika anak didik itu tidak memiliki Televisi?
Adakah anak didik jenis seperti itu di Indonesia? Yang di zaman canggih ini masih tetap tidak memiliki Ponsel atau Televisi? Jawabannya banyak.

Avan Fatturrahman, seorang guru SDN Batu Putih Laok, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Sumenep, memiliki cara tersendiri mengajar anak didiknya. Yaitu dengan mendatangi tiap-tiap rumah siswa-siswinya untuk mengajar mereka.

"Akhirnya saya putuskan mendatangi rumah mereka satu-satu. Saya didik mereka, saya bawa berbagai macam buku agar dibaca dan dipelajari oleh murid-murid," begitu ungkap Avan.

Ada beberapa anak didik Avan yang memiliki ponsel, tapi kecepatan internetnya di sana sangatlah lemah. Ada pula yang tidak memiliki smartphone apalagi jaringan internet. Dan ada juga siswa yang tidak punya smartphone serta televisi. Semuanya serba kekurangan.

Perjalanan yang Avan tempuh untuk mencapai tiap-tiap rumah siswa-siswinya tidaklah dekat. Ia harus menempuh jarak 22 kilometer, sementara ada 20 siswa yang harus ia kunjungi.

Avan tidak melakukan ini setiap hari, ia tak kuat. Guru inspiratif ini melakukan kunjungannya dalam 3 kali seminggu. Meski begitu, ketika sampai di rumah anak didiknya, Avan tidak bisa langsung mengajar mereka. Sebab anak didiknya kadang masih membantu orang tua di ladang, mamanen padi, berladang dan lain-lain.

Kadang pada perjalanannya ini, ia menyaksikan kejadian memilukan yang dialami siswa maupun wali murid tersebut. Salah satunya adalah keinginan orang tua murid yang ingin membelikan ponsel anaknya tapi melalui cara berhutang.

"Sampai sekarang belum ada tanggapan apapun dari pemerintah. Tapi saya kira tidak perlu ditanggapi, apalagi yang saya lakukan melanggar anjuran pemerintah untuk bekerja di rumah," jelasnya yang kami kutip dari Kompas.com

Dari kisah ini, kita tahu bahwa Avan Fatturahman memang tidak menjalankan perintah peraturan yang ada sekarang dengan tetap diam di rumah saja. Tapi ini bukan soal diam di rumah atau tidak. Ini soal kepedulian kita  menjangkau mereka yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain.


Ruang Edukasi
Ruang Edukasi Sosok orang yang senang membaca hal baru, menulis, dan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan Dunia Teknologi Dan Pendidikan

28 komentar untuk "Tidak Ada Internet, HP, dan Televisi, Inilah Cara Guru Avan Tetap Mengajar Para Muridnya di Tengah Pandemi Corona"

  1. Sebagai guru yang memiliki tanggung jawab yg besar pasti ingin mengunjungi anak didiknya sekaligus belajar bersama.. sungguh kisah yg sangat inspiratif

    BalasHapus
  2. Ini sosok guru yg inspiratif. Mengajar merupakan panggilan hati, bukan sekadar SK.

    BalasHapus
  3. Dalam kondisi apapun guru yang tulus tetap akan mengambil tindakan yang membuat anak tetap bisa belajar.

    BalasHapus
  4. Betul banget kak. Muridnya ibuku juga adaaa, bahkan banyak yang ngga punya HP. Boro2 punya HP. Buat berangkat ke sekolah aja ongkosnya mereka harus jualan dulu biar ke sekolah ngga jalan kaki meskipun jaraknya berkilo2meter 😭😭

    BalasHapus
  5. Sungguh sosok yang sangat inspiratif. Dalam kondisi apapun ia tetap berusaha memberikan materi pelajaran untuk anak didiknya. Benar-benar salut sama dedikasinya

    BalasHapus
  6. Sedih membacanya. Pemerintah mungkin lupa bahwa kesejahteraan kita tidak merata. Ada murid yang tidak mampu mengakses pelajaran daring. Demikian halnya dengan guru.

    BalasHapus
  7. Keren banget beliau ini, benar-benar pahlawan pendidikan.. Semangat terus ya pak..

    BalasHapus
  8. Demi mencerdaskan anak didik, rela mendatangi rumah muridnya satu per satu. Keikhlasan dan semangatnya semoga menginspirasi banyak orang khususnya para guru.

    BalasHapus
  9. MasyaAlloh hebat banget pak guru avan ini, tapi apakah waktu mengajarnya sudah disesuaikan dengan jumlah anak-anak k? Atau jadwalnya memang tidak dipaksakan mungkin ya jadi outputnya masing-masing anak pribadi. Menginspirasi, sehat terus pak guru.

    BalasHapus
  10. woww hebat sekali perjuangan Pak Guru Avan ini. Semoga Pemerintah bisa melihat ini ya, jadi ada pertolongan dan bapaknya sehat terus. Amin :)

    BalasHapus
  11. Sungguh sosok yg bertanggung jawab akan profesi nya.

    Dan Dizaman ini masih ada sosok guru luar basa seperti beliau.

    BalasHapus
  12. Dilema ya. Pemerintah seolah tutup kuping dan hati dengan ketidak merataan teknologi di indonesia. Semoha segera ada solusi terbaiknya

    BalasHapus
  13. Tidak semua guru seperti Bapak Avan. Beruntungnya bang ini jika memiliki lebih dari seorang seperti bapak avan

    BalasHapus
  14. Masya Allah, semoga beliau sehat selalu. Guru-guru seperti ini yang dibutuhkan bangsa ini. Semangat pak..

    BalasHapus
  15. Sungguh guru yang berdedikasi tinggi, semoga keberkahan selalu diberikan oleh Allah pada Pak Avan. Terlepas dari itu, memang sekarang serba sulit, apalagi kalau harus menerapkan belajar online pada murid-murid sekolah di daerah

    BalasHapus
  16. Pada saat diputuskan ada pemeblajaran jarak jauh. Sekolah anakku yang notabene sd swasta bagus aja bisa ga siap juga. Masalah konsepnya, materi pembelanjaran dana sarana prasarana baik dari siswa maupun guru. Butuh waktu hingga berjalan, meski sejatinya masih banyak kurangnya.
    Lalu aku berpikir di daerah gimana ya. Ada pirantinya ga, koneksi? Duh, bersyukur ada Pak Guru Avan yang peduli dan punya ide seperti ini. Juga mungkin guru-guru lain di luar sana yang melakukan hal yang lebih kurang sama. Salut!

    BalasHapus
  17. Pak Avan berhati malaikat dengan pengabdian nya seharusnya ada perhatian lebih ya dari kepala dinas. semoga dilancarkan dedikasi peejalanan pak Avan Amin YRA

    BalasHapus
  18. Kondisi seperti ini yang tidak di ketahui oleh banyak orang, pak avan tidak sendira, ada temannya seperjuangan di beberapa pelosok daerah utamanya di daerah saya kalimantan, yang sebagian daerah listrik saja cuma malam hari apalagi jaringan internet? Semangat pak Avan, kami mendukungmu

    BalasHapus
  19. Betul sekali, banyak loh siswa yg kekurangan. Hp, Tv merupakan barang mewah yg ga sanggup mreka beli. Ga usah jauh2 di desa, tetangga sebelah rumah saya mengalaminya.
    Salut buat sang guru yg berkunjung 🙏😊

    BalasHapus
  20. Selain baca di sini, saya juga baca kisah ispiratif Pak Avan di medsos, sungguh luar biasa. Seandainya banyak guru seperti pak Avan yang ikhlas berbagi di daerah terpencil, pasti anak-anak Indonesia tak akan ketinggalan belajar di masa pandemi ini.

    BalasHapus
  21. Pak guru yang satu ini sempat viral yaaa kemarin. Saya betah baca kisah beliau yang diposting sejumlah media. Sungguh tiada tara jasanya. Semoga Pak Avan sehat-sehat selalu dan tetap semangat mengajar anak-anak muridnya.

    BalasHapus
  22. Memang di saat musibah pandemi ini terjadi semua dialihkan ke online tapi tidak.semua bisa melakukan hal tsb , pak guru avan memang inspiratif dan bentuk pertanggungjawaban untuk mengajar anak2 muridnya dengan mendatangi rumah mereka.

    BalasHapus
  23. Sosok guru inspiratif seperti ini yang layak untuk dijadikan teladan dan diberi penghargaan oleh pemerintah

    BalasHapus
  24. Semoga ada penghargaan yang lebih baik dari pemerintah lingkup terkecil hingga propinsi ke pak Avan dan teman-temannya Mas :)

    BalasHapus
  25. Mantap ini pak guru yang satu ini. Semoga bisa ditiru guru-guru yang lain, sehingga tidak memaksakan anak didiknya untuk membeli kuota.
    Sebagian sekolah di wilayah saya juga memilih untuk membagikan materi cetak tanpa ada kelas digital. Dimana si anak atau orang tuanya mengambil materi copyan di sekolah untuk dipelajari di rumah. Cara ini jauh lebih murah daripada harus membeli kuota internet.

    BalasHapus
  26. Benar kak, nggak semua anak sekolah punya smartphone yang bs melakukan sekolah online dari rmh.

    Tetap semangat bapak ibu guru yang punya anak didik seperti Pak Avan. Semoga lelah bapak ibu guru menjadi lillah dengan bonus pahala dari-Nya. Aamiin

    BalasHapus
  27. Dedikasinya sebagai guru luar biasa sekali. Rela mendatangi anak didiknya demi pendidikan yang terus berlanjut...
    Beliau layak jadi teladan bagi siswa, maupun guru lainnya...

    BalasHapus