Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Hal yang Harus Kita Lakukan Saat Mendengar Anak Mengumpat

Entah belajar dari mana, atau mungkin salah pergaulan, atau juga meniru dari video-video yang seharusnya tidak dia lihat di usianya yang masih dini, sekarang ini banyak kita temui anak-anak yang mengumpat.
anak bergosip
Umpatannya bermacam-macam, dari yang Bahasa Inggris, Bahasa Jawa atau Bahasa Indonesia. Miris rasanya mendengar mulut anak yang masih polos mengatakan itu.

Sebagai orang yang sudah dewasa atau malah menjadi orang tua dari anak itu, ketika berhadapan dengan anak yang mengumpat sebaiknya Anda lakukan beberapa hal ini.

1. Jangan bereaksi berlebihan
Bersikaplah biasa, jangan terlihat terkejut atau membuat keributan besar karena anak berkata-kata kasar. Ada kemungkinan seorang anak akan mengulangi umpatan itu suatu hari lagi jika Anda bereaksi berlebihan oleh alasan sang anak ingin mendapatkan perhatian lebih atau menganggap bahwa kata-kata itu istimewa sebab bisa membuat Anda ribut sendiri.
Pikiran anak-anak itu rumit. Tapi cukup mudah ditebak.

2. Jangan tertawa atau berekspresi
Kejadian berulang bisa saja terjadi. Anak dapat menganggap kata-kata kasar adalah kata yang lucu. Dan ketika ingin membuat kalian tertawa lagi, mereka menggunakan kata itu.

Lebih baik Anda diam, atau pura-pura tidak mendengar. Lebih bagus jika Anda abaikan. Tapi konteksnya bukan untuk membiarkan anak-anak bebas berkata-kata kasar.

3. Jangan langsung memarahi anak
Lihat dulu usianya, banyak anak yang tak mengerti arti dari kata-kata yang mereka katakan. Daripada memarahi, lebih baik Anda menasehati dan memberi tahu bahwa kata-kata itu tidak baik.

Tapi dalam banyak kasus, ketika Anda mengabaikannya, mereka tidak akan mengatakannya lagi.

4. Katakan maaf setelah mengumpat
Ini adalah cara yang bisa Anda lakukan dari diri sendiri yang ditujukan buat mereka. Ada beberapa kesempatan, yang mungkin membuat Anda tidak sengaja mengumpat. Seperti saat jatuh, tertimpa sial, mengalami hari yang menyebalkan, dan jika umpatan itu terdengar oleh telinga anak, biasakanlah setelah itu mengatakan maaf pada mereka.

Kesimpulan
Anak akan belajar dari apa yang dilakukan oleh orang yang sudah dewasa dibanding dia. Kata maaf memang luar biasa dampaknya.
Ruang Edukasi
Ruang Edukasi Sosok orang yang senang membaca hal baru, menulis, dan melakukan sesuatu yang berkaitan dengan Dunia Teknologi Dan Pendidikan

20 komentar untuk "4 Hal yang Harus Kita Lakukan Saat Mendengar Anak Mengumpat"

  1. tips trivknya mantap nih, jadi anak juga ngak menjauh dan membenci ornag tua karena hal tersebut. Sehingga kedua nya memiliki kerja sama yang baik di dalam keluarga

    BalasHapus
  2. benar banget tuh mbak, anak itu tidak suka dikerasi apalagi oleh orang tuanya. Tulisan yang sangat menginspirasi bagi para orang tua. Salam kenal yah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak klo anak di kerasi itu tidak baik hehehe, salam kenal balik mbak dan thanks telah berkunjung diblog sederhana ini

      Hapus
  3. Iya mbak, kadang saya heran jika mendengar anak saya mengumpat. Ia dapat dari mana ya, padahal saya tidak pernah berkata seperti itu. Betul mbak saat mendengar anak mengumpat reaksi saya langsung berlebihan. Rupanya ini tidak baik ya. . Wah ke depannya tidak boleh saya ulangi nih. Makasih sharingnya mbak, sangat bermanfaat sekali. ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak, iya menanggapi jangan berlebihan itu g baik buat anak hehehe

      Hapus
  4. Penting banget dicatat, apalagi buat kita-kita yang masih belajar jadi Ibu yang baik. Anak belum bisa ngomong sih, tapi udah bisa niru ini itu.

    BalasHapus
  5. Noted..janhan reaksi berlebihan, tunjukkan ekspresi biasa aja, jangan langsung memarahi dan memberi contoh minta maaf ketika sudah mengumpat

    BalasHapus
  6. Cara edukasi yang baik untuk anak. Pasalnya sosialisasi pertama kali adalah bersumber dari keluarga khususnya orang tua. Mendidik anak tanpa kekerasan itu sangat baik. Mantab artikelnya bermanfaat

    BalasHapus
  7. Kadang ekspresi orangtua yang reflek kaget membuat anak juga takut, tenggorokan seperti tersedak tak bisa bergerak, antara perasaan benar dan salah

    BalasHapus
  8. Kalau saya biasanya diam, lalu bertanya kosa kata tersebut didapat dari mana. Setelah itu tanyakan, anak tahu atau tidak artinya.

    Biasanya kalau dia sudah tau artinya tidak baik, dia tidak akan mengatakan hal seperti itu lagi.

    BalasHapus
  9. nah bener nih anak tuh peniru yang baik ya kak, apa aja yg dilihat anak dilingkungan sekitar langsung bisa ditiru plek ketiplek dengan cepat dan tingkat akurasinya 90% sama dng yg dilihatnya..tugas orang dewasa lah yg harus membimbing anak spy terhindar dari hal yg tdk diinginkan

    BalasHapus
  10. Bener tuh Mbak hppnin.. jangan bereaksi berlebihan kl anak mengumpat ya takutnya malah anak2 kepikiran buat mengulangi lagi krn kepo liat sikap reaktif emaknya hehe

    BalasHapus
  11. Anak-anak kecil sekarang kebanyakan terpengaruh dari tontonan ya mas. Hati-hati emang kalo dikasih nonton konten di YouTube. Kadang kita sebagai orang tua kelewatan dan kurang mendisiplinkan tontonan anak.

    BalasHapus
  12. Kebanyakan orang tua bereaksi terlalu cepat memang saat anak mengumpat. Langsung dimarahi, bahkan dipukul. Padahal, bisa jadi anak cuma meniru. Miris. Semoga tulisan ini dibaca banyak orang tua.

    BalasHapus
  13. ini nih yang dibutuhkan pembelajaran bagi orang tua. Alasan kenapa anak bandel ya karena parenting dari orang tua kurang. Maka dari itu semoga orang tua makin paham

    BalasHapus
  14. Kalau dengar anak kecil mengumpat, saya refleks langsung noleh ke arahnya dengan mata membesar. Siapapun anak kecil itu, kenal ataupun nggak. Yang kayak gini nggak boleh ya

    BalasHapus
  15. iya mbak sepakat, tapi dilihat usia sama durasi dia mengumpat juga ya. memang jdi org tua yg peaceful itu perlu ilmu, tfs mbak

    BalasHapus
  16. Artikelnya sanyat menginspirasi buat aku BeHangat.Com dan bagi para orang tua lainnya. Seorang akan tidak suka dikerasi apa lagi anak lakilagi kalo kita kerasi maka akan menjadi

    BalasHapus